Beranda » Articles » 𝐂𝐨𝐚𝐜𝐡𝐢𝐧𝐠 𝐌𝐨𝐝𝐮𝐥 𝐑𝐞𝐩𝐨𝐫𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐞𝐑𝐈𝐒𝐏𝐑𝐎 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐦𝐩𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐁𝐞𝐫𝐝𝐢𝐤𝐚𝐫𝐢

𝐂𝐨𝐚𝐜𝐡𝐢𝐧𝐠 𝐌𝐨𝐝𝐮𝐥 𝐑𝐞𝐩𝐨𝐫𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐞𝐑𝐈𝐒𝐏𝐑𝐎 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐦𝐩𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐁𝐞𝐫𝐝𝐢𝐤𝐚𝐫𝐢

Cilacap, 10 Januari 2025 — Sebagai bagian dari pendampingan Program Berdikari, dilaksanakan Coaching Modul Reporting eRISPRO yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan tim peneliti dalam menyusun laporan penggunaan anggaran secara tertib, akurat, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Kegiatan ini membahas secara rinci mekanisme pelaporan melalui sistem eRISPRO, yang menjadi platform resmi untuk pencatatan dan pemantauan keuangan riset. Dalam sistem ini, proses pelaporan dilakukan melalui tiga tahap utama:

  1. Submit (tanda merah) — pengunggahan laporan oleh peneliti.
  2. Checking (tanda kuning) — pemeriksaan oleh pihak terkait.
  3. Accepted (tanda hijau) — laporan telah disetujui.

Laporan wajib disampaikan setiap bulan dengan batas waktu maksimal tanggal 2. Untuk bulan Januari, pelaporan dilakukan pada bulan kedua (Februari). Penandaan bulan di eRISPRO tidak mengikuti kalender umum, tetapi berdasarkan bulan pertama riset dimulai. Hal ini penting agar alur pelaporan sesuai dengan jadwal pelaksanaan penelitian.

Pelaporan bersifat akumulatif, mencatat total dana yang telah digunakan hingga saat pelaporan, dan harus selaras dengan tahap pencairan dana yang diterima. Perubahan nominal antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan realisasi di lapangan diperbolehkan selama masih dalam satu komponen anggaran. Misalnya, jika di RAB bahan A tercatat Rp3 juta dan bahan B Rp5 juta, namun realisasi menjadi Rp2 juta untuk bahan A dan Rp6 juta untuk bahan B, hal tersebut tetap sah.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah penandaan aset riset. Setiap alat yang dibeli untuk mendukung kegiatan penelitian wajib dilengkapi stiker barcode dari eRISPRO sebelum laporan di-submit. Alat ini akan tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN). Sebaliknya, prototype atau produk akhir penelitian tidak memerlukan barcode. Setelah penelitian berakhir, properti hasil riset dapat digunakan oleh perguruan tinggi untuk kepentingan pengembangan lebih lanjut.

Dalam hal pembayaran honor anggota tim, disarankan untuk dilakukan transfer per bulan. Cara ini mencegah terjadinya masalah administrasi jika sewaktu-waktu terjadi pergantian personel riset.

File laporan bulanan dapat dikirim dalam format Excel atau PDF. Kedua format ini mempermudah proses pengecekan dan penerimaan laporan oleh pihak terkait.

Melalui kegiatan coaching ini, diharapkan seluruh peneliti yang terlibat dalam Program Berdikari memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur pelaporan di eRISPRO. Keteraturan pelaporan tidak hanya membantu pengawasan keuangan, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana riset di lingkungan perguruan tinggi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less