
𝐓𝐚𝐡𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐏𝐫𝐨𝐲𝐞𝐤 𝐓𝐫𝐚𝐤𝐭𝐨𝐫 : 𝐏𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐈𝐦𝐩𝐥𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐀𝐫𝐫𝐚𝐧𝐠𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢
- account_circle suadmin_traktorjuara
- calendar_month 3/01/2025
- visibility 75
- comment 0 komentar
- label Articles
Cilacap, 03 Januari 2025 — Proyek pengembangan mesin traktor terus bergerak maju. Salah satu fokus utama saat ini adalah penataan dokumen kerja sama atau Implementation Arrangement antara tim peneliti dengan pihak mitra industri, serta kolaborator dari SMK dan institusi pendidikan tinggi vokasi.
Penyesuaian Regulasi dan Struktur Dokumen
Dalam dokumen Implementation Arrangement, terdapat penyesuaian terkait pembatalan pemberlakuan pajak 12% secara umum. Meski begitu, untuk alasan administratif dan antisipatif, seluruh barang dalam proyek tetap akan diklasifikasikan dalam kategori pajak 12%, terutama untuk jenis barang tertentu yang masih masuk dalam regulasi perpajakan tersebut.
Dokumen Implementation Arrangement akan ditinjau ulang oleh tim legal dari pihak mitra guna memastikan kelengkapan dan kesesuaian hukum terhadap seluruh klausul kerja sama. Di dalamnya telah dimuat nilai anggaran yang termasuk PPN, serta komponen penting seperti penyusunan DED, kerja sama dengan SMK, dan peran institusi pendidikan tinggi vokasi.
Pembagian Peran dan Tanggung Jawab
Proyek ini melibatkan pembagian kerja yang jelas antara tim pengembang, institusi pendidikan, dan SMK Mitra. Pihak mitra industri akan menyediakan material dan alat produksi yang akan digunakan oleh tim SMK, sementara proses produksi tetap dilakukan di bawah pengawasan langsung mitra untuk memastikan kualitas dan akurasi.
Setiap pertemuan teknis bersama SMK akan dihadiri oleh perwakilan mitra industri, guna memastikan keselarasan dalam pelaksanaan desain dan teknis lapangan.
Kesiapan Produksi dan Tahapan MRL
Target utama proyek ini adalah mencapai Manufacturing Readiness Level (MRL) 8 dan 9, yakni kesiapan produksi massal secara menyeluruh.
Jadwal pelaksanaan saat ini meliputi:
- Februari 2025: Penyelesaian komponen utama di workshop pengembangan
- Maret 2025: Proses assembling berpindah ke SMK Mitra, dengan menggunakan sistem open drawing sebagai acuan teknis
Standarisasi Teknis dan Dokumentasi
Seluruh proses produksi mengacu pada standar toleransi internasional (ISO) serta beberapa referensi teknis seperti formula Hatsumono. File desain akan menggunakan format .DWG dan .STL, yang umum digunakan dalam proses pemodelan CAD dan manufaktur aditif.
Setiap komponen akan didokumentasikan dalam bentuk data sheet yang mencakup tahapan:
- Pra-potong bahan (pre-cutting)
- Proses manufaktur
- Perakitan (assembly)
- Penyelesaian akhir (finishing)
Dokumen data sheet ini akan menjadi bagian dari proses implementasi dan pengakuan hasil penelitian yang diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Politeknik Negeri Cilacap.
Monitoring Proyek: Kurva S dan Evaluasi
Pihak mitra industri juga tengah menyusun Kurva S proyek, yang memuat informasi lengkap mulai dari jadwal awal, progres produksi, penggunaan material, hingga target penyelesaian. Kurva ini akan dibahas lebih lanjut pada rapat mendatang sebagai alat bantu monitoring.
Agenda Koordinasi Mingguan
Untuk menjaga sinergi lintas pihak, jadwal rapat telah disusun sebagai berikut:
- Hari Selasa: Koordinasi dengan lembaga teknik terapan untuk pengembangan traktor
- Hari Rabu: Rapat bersama pimpinan institusi vokasi terkait penguatan peran dalam proses pembelajaran dan produksi
Dengan sinergi antar lembaga pendidikan, mitra industri, dan institusi vokasi, proyek ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi produktif dalam mendorong modernisasi pertanian berbasis teknologi tepat guna di Indonesia.
Saat ini belum ada komentar